Company profile menjadi salah satu media penting untuk memperkenalkan identitas dan membangun citra profesional bisnis. Namun, masih banyak perusahaan yang melakukan kesalahan umum saat membuat company profile.
Dengan kesalahan ini company profile justru kurang menarik perhatian calon klien. Padahal, company profile yang disusun dengan baik dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus memperkuat branding perusahaan.
5 Kesalahan Umum Saat Membuat Company Profile
Pada dasarnya memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan company profil sangatbpenting agar agar hasilnya benar-benar memberikan kesan positif.
1. Desain Terlalu Ramai dan Tidak Konsisten

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan adalah penggunaan desain yang berlebihan. Terlalu banyak warna, jenis huruf yang berbeda-beda, hingga tata letak yang tidak rapi membuat company profile sulit dibaca.
Padahal, tampilan visual merupakan hal pertama yang dilihat calon klien. Jika desain terlihat berantakan, kesan profesional perusahaan pun bisa berkurang.
2. Isi Company Profile Tidak Terarah

Banyak perusahaan mencoba memasukkan semua informasi ke dalam company profile. Akibatnya, isi company profile menjadi terlalu panjang dan sulit dipahami.
Sebaiknya, fokuslah pada informasi yang benar-benar dibutuhkan pembaca. Susun isi secara runtut, mulai dari profil perusahaan, visi dan misi, layanan, keunggulan, pengalaman, hingga informasi kontak.
3. Tidak Didukung Data yang Meyakinkan

Mengklaim sebagai perusahaan terbaik saja tidak cukup. Calon klien biasanya ingin melihat bukti yang mendukung pernyataan tersebut.
Kamu bisa menambahkan informasi seperti tahun berdiri, jumlah klien yang telah dilayani, proyek yang pernah dikerjakan, pencapaian perusahaan, atau testimoni pelanggan.
4. Menggunakan Foto dan Visual Berkualitas Rendah

Visual memiliki peran besar dalam membangun kesan pertama. Sayangnya, masih banyak company profile yang menggunakan foto buram, resolusi rendah, atau bahkan mengambil gambar secara sembarangan dari internet.
Sebaiknya gunakan foto berkualitas tinggi yang menampilkan aktivitas perusahaan, tim, produk, maupun fasilitas yang dimiliki. Visual yang profesional akan membuat company profile terlihat lebih eksklusif dan meyakinkan.
5. Tidak Menambahkan Call to Action (CTA)

Setelah membaca company profile, calon klien perlu mengetahui langkah berikutnya. Jika tidak ada ajakan bertindak, mereka bisa saja menutup dokumen tanpa melakukan apa pun.
Karena itu, jangan lupa menambahkan CTA di bagian akhir, misalnya mengajak pembaca untuk menghubungi perusahaan, berkonsultasi, atau mengunjungi website resmi. CTA yang jelas dapat meningkatkan peluang terjadinya kerja sama.
Buat Company Profile Profesional Bersama Berdikari Media
Menghindari berbagai kesalahan di atas akan membantu company profile tampil lebih profesional, informatif, dan mampu meningkatkan kepercayaan calon klien.
Mulai dari desain yang konsisten, penyusunan konten yang terstruktur, hingga penggunaan data dan visual berkualitas, semuanya berperan penting dalam membangun citra bisnis yang kuat.
Jika kamu ingin memiliki company profile yang menarik sekaligus mampu memperkuat branding perusahaan, Berdikari Media siap membantu.
Sebagai jasa pembuatan company profile terpercaya, Berdikari Media menghadirkan desain profesional, konten yang mudah dipahami, dan tampilan yang sesuai dengan identitas bisnis kamu.
Hubungi Berdikari Media sekarang dan wujudkan company profile yang mampu memberikan kesan terbaik bagi setiap calon klien.
