Home » Article » Tren Bisnis Fashion di 2026 yang Berpeluang Booming, Auto Full Cuan

Tren Bisnis Fashion di 2026 yang Berpeluang Booming, Auto Full Cuan

Kisah sukses Founder brand Satinese, Mba Anggi Desthiati, seakan memberi pengingat bahwa fashion adalah kebutuhan manusia yang tidak akan pernah mati. Melihat perkembangan tersebut, wajar jika banyak yang bertanya seperti apa tren bisnis fashion.

Secara umum, industri fashion tidak pernah padam. Kabar baiknya, peluang selalu terbuka lebar, bahkan untuk Kamu yang ingin memulai dari nol.

Baca Juga: Tips Mengelola Iklan Instagram Ads agar Bisnis Berkembang Pesat

Tren Bisnis Fashion di 2026 yang Menarik Dicoba

Berikut ini beberapa tren bisnis fashion di 2026 yang diprediksi akan terus berkembang, terutama yang berkaitan dengan fashion dan gaya hidup.

1. Blogging untuk Membangun Brand

Jika Kamu tertarik pada dunia fashion tetapi belum siap terjun langsung menjual produk, blogging bisa menjadi pintu masuk terbaik. Menulis tentang gaya berpakaian, tren fashion, hingga ulasan brand akan membantu Kamu membangun audiens yang loyal.

Dari blog, peluang penghasilan bisa datang lewat kerja sama brand, sponsor, hingga iklan. Perlahan, hasilnya bisa Kamu kumpulkan sebagai modal untuk membangun brand fashion sendiri. Di era digital, menulis adalah aset bisnis jangka panjang.

2. Fotografer Fashion dan Lifestyle

Kemampuan memotret dengan sudut pandang unik akan sangat bernilai di tahun-tahun mendatang. Banyak brand, selebriti, hingga pelaku UMKM fashion membutuhkan visual yang kuat agar produknya dikenal luas.

Menjadi fotografer bukan hanya soal kamera, tetapi juga membangun relasi. Dari satu sesi pemotretan, bisa terbuka peluang kolaborasi lain, bahkan menjadi jalan bagi Kamu untuk mengenal dunia brand fashion lebih dekat sebelum membangun milik sendiri.

Baca Juga: Tips Marketing Shopify, Terbukti Efektif Meningkatkan Penjualan Toko Online

3. Event Organizer Khusus Fashion

Salah satu tren bisnis fashion di 2026 yang patut dilirik adalah Event Organizer (EO) fashion. Kamu bisa memulainya dari skala kecil dengan menggandeng brand lokal yang sedang berkembang.

Fashion show mini, atau pameran kreatif bisa menjadi wadah bagi desainer memamerkan karyanya. Keuntungan bisa datang dari tiket masuk, sponsor, hingga kerja sama brand. Selain cuan, Kamu bisa membangun reputasi di industri fashion.

4. Bisnis Baju Preloved yang Kian Diminati

Jangan salah, bisnis pakaian preloved justru semakin diminati. Banyak orang kini lebih cerdas memilih barang berkualitas dengan harga terjangkau, termasuk pakaian bekas dari brand ternama.

Kuncinya ada pada kurasi. Pilih baju yang masih layak pakai, bersih, dan memiliki nilai estetika. Dengan pengemasan yang rapi dan foto yang menarik, pakaian preloved bisa tampil layaknya produk baru.

Baca Juga: Cara Memenangkan Hati Pelanggan dari Fashion Show ala Satinese

5. Bisnis Fashion Online dengan Konsep yang Jelas

Jika Kamu sudah siap naik level, masuk ke marketplace atau media sosial adalah langkah yang tepat. Namun sebelum itu, tentukan dulu ciri khas produk Kamu.

Apakah fokus pada pakaian perempuan, busana kasual, fashion outdoor, atau gaya tertentu? Identitas brand yang jelas akan memudahkan konsumen mengenali dan mengingat produk Kamu di tengah persaingan yang ketat.

Dunia fashion akan terus berkembang dengan wajah baru di setiap zamannya. Tren bisnis fashion di 2026 menunjukkan bahwa peluang tidak selalu harus dimulai dari produksi besar. Kamu bisa memulainya dari menulis, memotret, hingga menjual pakaian preloved.

Scroll to Top