Memulai bisnis memang terasa menyenangkan. Kamu bisa menuangkan ide dan membangun sesuatu dari nol. Tapi kenyataannya, tantangan terbesar bukan saat memulai, melainkan saat mempertahankan. Lantas, kenapa bisnis baru sulit bertahan?
Banyak usaha baru yang akhirnya tutup sebelum genap satu tahun. Bukan karena produknya jelek, tapi karena ada beberapa kesalahan mendasar yang sering diabaikan.
Baca Juga: Ide Bisnis Hari Valentine, Peluang Cuan dari Momen yang Penuh Cinta
Kenapa Bisnis Baru Sulit Bertahan di Tahun Pertama?
Persaingan dalam dunia bisnis memang cukup ketat, sehingga Kamu harus pandai mencari peluang. Lantas, kenapa bisnis baru sulit bertahan di tahun pertama? Ini penyebabnya:
1. Perencanaan yang Kurang Matang
Salah satu alasan utama kenapa bisnis baru sulit bertahan adalah karena perencanaan yang asal-asalan. Banyak orang memulai usaha hanya bermodal semangat dan nekat, tanpa riset yang cukup.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain tidak memahami kebutuhan pasar, idak menentukan target konsumen, tidak punya rencana jangka panjang dan tidak menghitung risiko usaha
Akibatnya, produk atau jasa yang ditawarkan kurang diminati. Bisnis pun berjalan tanpa arah yang jelas dan mudah goyah saat menghadapi masalah.
2. Pengelolaan Keuangan yang Buruk
Masalah keuangan juga menjadi faktor besar penyebab kegagalan usaha. Banyak pemilik bisnis pemula yang belum terbiasa mengatur uang dengan baik.
Kesalahan yang sering dilakukan, seperti mencampur uang pribadi dan bisnis, tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran, boros di awal usaha dan terlalu cepat ekspansi
Tanpa pengelolaan yang rapi, kamu akan kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya. Bahkan, bisnis bisa kehabisan modal tanpa disadari. Padahal, keuangan yang sehat adalah pondasi utama agar usaha bisa bertahan lama.
Baca Juga: Apa Itu Digital Filing? Kenali Pengertian dan Kesalahan yang Harus Dihindari
3. Kurang Mampu Beradaptasi dengan Pasar
Dunia bisnis terus berubah. Tren, selera konsumen, dan teknologi selalu berkembang. Jika kamu tidak bisa menyesuaikan diri, bisnis akan tertinggal.
Banyak usaha baru gagal karena terlalu kaku dengan cara lama. Mereka enggan mencoba hal baru atau takut melakukan perubahan.
Padahal, kemampuan beradaptasi sangat penting agar bisnis tetap relevan. Kompetitor yang lebih fleksibel biasanya lebih cepat menarik perhatian konsumen.
4. Strategi Pemasaran yang Lemah
Produk bagus saja tidak cukup kalau tidak dikenal orang. Inilah alasan lain kenapa bisnis baru sulit bertahan, pemasaran yang kurang maksimal.
Banyak pelaku usaha fokus membuat produk, tapi lupa memikirkan cara menjualnya. Akibatnya, bisnis sepi pelanggan. Beberapa kesalahan pemasaran yang sering terjadi, tidak aktif di media sosial dan tidak punya branding yang jela
Di era digital seperti sekarang, pemasaran online sangat berpengaruh. Jika kamu tidak memanfaatkannya, bisnis akan kalah bersaing dengan kompetitor yang lebih aktif.
Baca Juga: Tips Menyusun Contingency Plan yang Efektif untuk Bisnis yang Lebih Tangguh
5. Kurangnya Konsistensi dan Mental Bisnis
Selain faktor teknis, mental juga sangat berpengaruh. Tidak sedikit bisnis yang tutup karena pemiliknya mudah menyerah. Saat menghadapi masalah seperti penjualan menurun, modal menipis, kritik dari pelanggan dan persaingan ketat
Banyak yang langsung putus asa. Padahal, semua bisnis pasti melewati masa sulit di awal.
Konsistensi, kesabaran, dan kemauan belajar sangat dibutuhkan agar usaha bisa bertahan.
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kenapa bisnis baru sulit bertahan bukan hanya soal modal, tapi juga soal strategi dan kesiapan. Jika kamu ingin bisnis bertahan lebih lama, semua hal tersebut harus dipersiapkan sejak awal.






